Legal Certainty In Customs Law Enforcement Against Illegal Exports: A Comparative Study of Indonesia and Malaysia
DOI:
https://doi.org/10.58824/mediasas.v9i2.518Keywords:
Illegal exports, Law enforcement, Regional cooperation, Comparative LawAbstract
Illegal exports pose a serious challenge to developing countries, including Indonesia and Malaysia, which have high natural resource wealth but are vulnerable to smuggling and illicit trade practices. This study aims to analyze and compare the policies and practices to counter illegal exports implemented by the two countries. This research uses a qualitative approach with literature study methods and policy analysis. The results of the study show that Indonesia and Malaysia have differences in legal frameworks, institutions, and law enforcement strategies. Indonesia tends to adopt a repressive approach with a focus on border surveillance and increased legal sanctions, while Malaysia emphasizes more cross-sector collaboration and the use of technology in tracking export goods. Although both face similar challenges, such as weak interagency coordination and corruption, the best practices of each country can serve as a reference in formulating more effective regional policies. This study recommends that to reduce illegal exports, the need to equalize the standards of export documents between Indonesia and Malaysia accompanied by an active role of joint patrols that are more intensive than just MoUs on paper, and to improve the legality of border markets so that the local economy runs legally.
[Ekspor ilegal merupakan tantangan serius bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia dan Malaysia, yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah tetapi rentan terhadap praktik penyelundupan dan perdagangan ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kebijakan serta praktik penanggulangan ekspor ilegal yang diterapkan oleh kedua negara tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki perbedaan dalam kerangka hukum, kelembagaan, serta strategi penegakan hukum. Indonesia cenderung menerapkan pendekatan represif dengan fokus pada pengawasan perbatasan dan peningkatan sanksi hukum, sedangkan Malaysia lebih menekankan kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi dalam pelacakan barang ekspor. Meskipun kedua negara menghadapi tantangan yang serupa, seperti lemahnya koordinasi antarinstansi dan praktik korupsi, praktik-praktik terbaik (best practices) yang diterapkan masing-masing negara dapat dijadikan rujukan dalam perumusan kebijakan regional yang lebih efektif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi standar dokumen ekspor antara Indonesia dan Malaysia, yang disertai dengan peran aktif patroli bersama yang lebih intensif dan tidak hanya terbatas pada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) semata. Selain itu, diperlukan upaya peningkatan legalitas pasar perbatasan agar aktivitas perekonomian masyarakat setempat dapat berjalan secara legal dan berkelanjutan.]
Downloads
References
Razak, A. K., Wisnubroto, A., & Sanni, T. (2025). Legal reform in the enforcement of illegal fishing crimes. Journal of Dialectical Justice, 3(2), 155–175.
Rozzaq, A., & Laksana, A. W. (2025). Analisis hukum penegakan hukum pidana pelanggaran ekspor pasir laut di Indonesia berdasarkan nilai keadilan (Studi keputusan Pengadilan Negeri Tanjungkarang No. 267/Pid.Sus/2019/PN TJK). RLJ, 4(3), 2588–2601.
Aristito, A. G., Jonathan, K., Agil, M. A., & Hosnah, A. U. (2024). Penyelundupan barang ekspor: Hukum & peran Bea Cukai. Jurnal Hukum Progresif, 7(1), 103–107.
Sudarmadi, A., Primadista, T., & Dartono, D. (2022). Optimalisasi peran sistem kepabeanan Indonesia sebagai upaya memperkuat keuangan negara. Jurnal PKN, 4(1S), 292–298. https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1S.1906
Amirudin, & Runturambi, A. J. S. (2022). Peran strategis kecerdasan Bea Cukai dalam menangani penyelundupan barang di Selat Malaka. BIRCI Journal, 5(2), 16980–16988. https://doi.org/10.33258/birci.v5i2.5634
Noorhaliza, A. K., Afrizal, R. D., Permadi, S. C., & Azzahra, T. S. (n.d.). Teori penegakan hukum menurut Friedman terkait persoalan penggunaan narkotika untuk kepentingan medis: Relevansi dengan pertimbangan moral dan hukum. Nusantara, 2(1), 1–25.
Rezon, A., Ferdinan, D., Kenuwiarja, H., Sihombing, N. A., Rusdinah, Ongso, S., & Montolalu, Y. (2025). Sengketa larangan ekspor bijih nikel Indonesia dengan Uni Eropa dari tinjauan hukum kontrak perdagangan internasional. REAL, 2(1), 533–541.
Manalu, B. R. (2022). Implementasi keadilan restoratif dalam penegakan hukum kepabeanan dan cukai. JISS, 3(5), 793–810. https://doi.org/10.36418/jiss.v3i5.581
Badan Pusat Statistik. (2024, November 15). Ekspor Oktober 2024 mencapai US$24,41 miliar, naik 10,69 persen dibanding September dan impor Oktober 2024 senilai US$21,94 miliar, naik 16,54 persen dibanding September 2024. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/11/15/2344/ekspor-oktober-2024-mencapai-us-24-41-miliar--naik-10-69-persen-dibanding-september-dan-impor-oktober-2024-senilai-us-21-94-miliar--naik-16-54-persen-dibanding-september-2024.html
Irawan, C. (2025). Studi perbandingan hukum. UIN Bengkulu Press.
Rahmawati, D. A., Hartantien, S. K., Kumalasari, D. R., Haryono, & Endarto, B. (2025). Legal framework and law enforcement of illegal fishing in Indonesia: A normative juridical approach to the protection of maritime sovereignty. West Science Law and Human Rights, 3(1), 106–114.
Jaya, F. (2020). Perlindungan hak-hak pekerja perempuan pasca revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam omnibus law. Kertha Semaya, 8(12), 1886–1897.
Jaya, F., Fitri, W., & Ulya, M. (2024). Implementasi dispensasi perkawinan di Pengadilan Agama Kota Batam. Perahu (Penerangan Hukum), 12(1), 1–12. https://doi.org/10.51826/perahu.v0000.000
Global Organized Crime Index. (2023). Indonesia. https://ocindex.net/country/indonesia
Global Organized Crime Index. (2023). Malaysia. https://ocindex.net/country/malaysia
Lapian, I. J. B. (2024). Penegakan hukum terhadap pelanggaran persyaratan ekspor barang. Lex Privatum, 14(1), 1–12.
Rahmawati, I. (2022). Penegakan hukum tindakan pidana penyelundupan barang ekspor-impor ilegal di perairan Indonesia. Jurnal Ahkam, 1(1), 177–192.
Krishnasamy, K. (2025, April 11). Securing Malaysian skies: Combatting wildlife trafficking via air. TRAFFIC. https://www.traffic.org/views/securing-malaysian-skies-combatting-wildlife-trafficking-via-air/
Lim, K. H., & Singh, M. (2023, July 28). Q&A: Export controls in Malaysia. Lexology. https://www.lexology.com/library/detail.aspx?g=2151b1b3-f2a7-414f-bf20-5bbbbbb44e48
Idris, M. F., & Permatasari, D. (2024). Hukum kepabeanan dan perdagangan internasional. Yayasan Prima Agus Teknik.
Putri, M. Y. (2022). Penegakan hukum pidana pelaku penyelundupan impor handphone ilegal dihubungkan dengan UU Kepabeanan. JRIH, 2(2), 63–68. https://doi.org/10.29313/jrih.v2i2.1204
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Juanda, M. F., Amiludin, & Ahmad, D. N. F. (2023). Penegakan hukum internasional terhadap penyelundupan imigran di perairan Indonesia. De Lega Lata, 8(2), 148–163. https://doi.org/10.30596/dll.v8i2.14702
Redhuan, N. N., Ab Rahman, Z. Y., Zainal Abidin, N. Z., & Irinah, N. (2024). Perdagangan borderline: Dinamika penyelundupan terurai di Rantau Panjang, Kelantan. International Journal of Law, Government and Communication, 9(36), 420–429. https://doi.org/10.35631/IJLGC.936032
Meisyelha, R. (2020). Tinjauan yuridis terhadap pelanggaran kepabeanan di kawasan perbatasan. Lex et Societatis, 8(1), 137–147. https://doi.org/10.35796/les.v8i1.28480
Novarizal, R., & Kumara, M. A. (2023). Strategi dan peran Bea Cukai dalam menangani penyelundupan barang ilegal di Kabupaten Bengkalis (Studi kasus penyelundupan barang Malaysia–Bengkalis). JIABIS, 1(2), 62–79.
Shahrullah, R. S., Jaya, F., & Arifin, I. (2021). Tantangan yang dihadapi usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia pada era Komunitas Ekonomi ASEAN. Jurnal Hukum Syiah Kuala, 5(1), 124–138. https://doi.org/10.24815/sklj.v5i1.19695
Baladiah, R. S. P., & Silviana, A. (2023). Peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bandar Lampung terhadap larangan impor pakaian bekas. JIUBJ, 23(1), 900–909. http://dx.doi.org/10.33087/jiubj.v23i1.2905
Zakir, S. H. D., & Fitri, F. R. (2025). Legal alert: Indonesia’s ongoing progress on the downstream industry. Budidjaja International Lawyers.
Prameswari, S. R., Hamzah, M. Z., & Sofilda, E. (2024). Analisis kebijakan tentang perdagangan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. OIDA International Journal of Sustainable Development, 17(12), 123–136.
Sudirman, I., & Disemadi, H. S. (2022). Titik lemah industri keuangan fintech di Indonesia: Kajian perbandingan hukum. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(3), 471–493. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i3.471-493
Syaifullah, & Ramdany. (2020). Mengukur tingkat kepatuhan kepabeanan perusahaan eksport dan import di Indonesia. Jurnal Akuntansi, 9(1), 69–89.
Tan, W., & Hussy, M. M. (2022). Perbandingan kebijakan pengawasan perbankan di Indonesia dan Singapura. Justitia, 9(1), 14–27.
Matthew Shellaker, Stephen Tong, & Paul Swallow. (2023). UK–EU law enforcement cooperation post-Brexit: A UK law enforcement practitioner perspective. Criminology & Criminal Justice. Advance online publication. https://doi.org/10.1177/17488958231162520
Shannon C. White, John M. Ruiz, Matthew Allison, Bert N. Uchino, Timothy W. Smith, Daniel J. Taylor, Dusti R. Jones, Michael A. Russell, Emily B. Ansell, & Joshua M. Smyth. (2024). Cardiovascular risk, social vigilance, and stress profiles of male law enforcement officers versus civilians. Health Psychology Open, 11. https://doi.org/10.1177/20551029241244723
Morales-Gómez, A., McVie, S., & Pantoja, F. (2022). Controlled delivery of illegal drug parcels in Scotland: Does policing practice align with a public health approach focused on drug-related harm? Journal of Drug Issues, 52(4), 616–637. https://doi.org/10.1177/00220426221098986
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Revo Garindra Herta Ananda, Febri Jaya, Triana Dewi Seroja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











