The Urgency of Contextualizing Islamic Law in Contemporary Society
DOI:
https://doi.org/10.58824/mediasas.v9i2.455Keywords:
contextualization, Islamic law, maqashid al-shariah, justice, social relevanceAbstract
The contextualization of Islamic law is an approach that emphasizes the importance of understanding social, cultural, and historical contexts in the application of Islamic teachings, particularly normative legal provisions. The urgency of contextualization arises as a response to the complex and diverse dynamics of modern society, where the textual application of Islamic law without considering social realities can lead to inconsistencies and even injustice. This study aims to examine the importance of a contextual approach in the interpretation and implementation of Islamic law, and to illustrate how the fundamental principles of Sharia such as justice (al-adl), public benefit (al-maslahah), and the objectives of Islamic law (maqashid al-shariah) can serve as the foundation for this process. Using a qualitative method and a normative-philosophical approach, this study demonstrates that the contextualization of Islamic law is not a form of deconstruction of religious teachings, but rather an effort to present Islamic law as relevant, adaptive, and solution-oriented in contemporary society.
[Kontekstualisasi hukum Islam merupakan suatu pendekatan yang menekankan pentingnya pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis dalam penerapan ajaran Islam, khususnya hukum-hukum yang bersifat normatif. Urgensi kontekstualisasi muncul sebagai respons terhadap dinamika masyarakat modern yang kompleks dan beragam, di mana penerapan hukum Islam secara tekstual tanpa mempertimbangkan realitas sosial dapat menimbulkan ketidaksesuaian, bahkan ketidakadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pentingnya pendekatan kontekstual dalam penafsiran dan implementasi hukum Islam, serta menggambarkan bagaimana prinsip-prinsip dasar syariah seperti keadilan (al-adl), kemaslahatan (al-maslahah), dan tujuan hukum Islam (maqashid al-shariah) dapat dijadikan landasan dalam proses tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan normatif-filosofis, kajian ini menunjukkan bahwa kontekstualisasi hukum Islam bukan bentuk dekonstruksi ajaran, melainkan upaya untuk menghadirkan hukum Islam yang relevan, adaptif, dan solutif dalam kehidupan masyarakat kontemporer.]
Downloads
References
Aibak, K. (2008). Metodologi pembaruan hukum Islam. Pustaka Pelajar.
Ali, Z. (2007). Hukum pidana Islam. Sinar Grafika.
An-Na'im, A. A. (2009). Epistemologi hukum Islam. Pustaka Pelajar.
Ash-Shiddieqy, M. H. (1975). Filsafat hukum Islam. Bulan Bintang.
Atha bin Khalil. (2003). Ushul fiqih: Kajian ushul fiqih mudah dan praktis. Pustaka Thariqul Izzah.
Djamil, F. (1997). Filsafat hukum Islam. Logos Wacana Ilmu.
Faiz, M. (2001). Konstitusionalisasi hukum Islam dalam sistem hukum nasional: Membedah peradilan agama. PPHIM Jawa Tengah.
Fatwa, A. F., et al. (2013). Ushul fiqh dan kaidah fiqhiyyah. IAIN SA Press.
Hasbiyallah. (2013). Fiqh dan ushul fiqh: Metode istinbath dan istidlal. PT Remaja Rosdakarya.
Haroen, N. (1997). Ushul fiqh. Logos Wacana Ilmu.
Jamali, A. (2010). Pengantar hukum Indonesia. Rajawali Press.
Jasmin, S. P., Rahmatiah, H. L., & Sultan, L. (2025). Logika maq??id al-syar?‘ah sebagai paradigma kritik dalam rekonstruksi hukum Islam. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, 24(2), 349–362.
Kaunang, G. C. D., & Husain, S. (2025). Fleksibilitas hukum Islam dalam menjawab tantangan hukum keluarga, HAM dan ekonomi modern: Tinjauan maqashid syariah. Tasyri’: Journal of Islamic Law, 4(2), 1131–1162. https://doi.org/10.53038/tsyr.v4i2.387
Khalaf, A. W. (2003). Ilmu ushul fiqh: Kaidah hukum Islam. Pustaka Usmani.
Mardani. (2015). Hukum Islam: Pengantar ilmu hukum Islam di Indonesia. Pustaka Pelajar.
Muslehuddin, M. (1997). Filsafat hukum Islam dan pemikiran orientalis: Studi perbandingan sistem hukum Islam. Tiara Wacana.
Muslich, A. W. (2004). Pengantar dan asas hukum pidana Islam (Fikih jinayah). Sinar Grafika.
Mustofa, & Wahid, A. (2009). Hukum Islam kontemporer. Sinar Grafika.
Noeris, A. A., & Supriyanto, S. (2025). Pendekatan historis dalam studi Islam: Kerangka metodologis dan urgensinya dalam konteks kontemporer. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 3(2), 251–264.
Al-Qardlawi, Y. (2009). Madkhal li dirasah asy-syariah al-Islamiyah. Maktabah Wahbah.
Rohidin. (2016). Buku ajar pengantar hukum Islam: Dari Semenanjung Arabia hingga Indonesia. Lintang Rasi Aksara Books.
Syafei, H. R. (2000). Hukum Islam sebagai dasar hukum universal dalam sistem pemerintahan modern. Mimbar, 16(4), 293–295. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/24
Tim Reviewer MKD UIN Sunan Ampel Surabaya. (2014). Studi al-Qur'an. UIN Sunan Ampel Press.
Usman, I. (1994). Istihsan dan pembaruan hukum Islam. Rajawali Pers & Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan.
Usman, S. (2001). Hukum Islam: Asas-asas dan pengantar studi hukum Islam dalam tata hukum Indonesia. Gaya Media Pratama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khoirudin Yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











