The Concept of Effective Resolution of Divorce Cases in Reducing Divorce Rates at the Religious Court and Supreme Court Levels

Authors

  • Herlina Herlina Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah Indralaya Ilir Sumatera Selatan

DOI:

https://doi.org/10.58824/mediasas.v9i1.421

Keywords:

Conflict, Marriage, Appeal Process, Supreme Court, Lawsuit, Divorce.

Abstract

The phenomenon of domestic conflicts culminating in divorce litigation in Indonesia reflects complex normative and procedural dynamics, particularly when cases proceed to the Supreme Court and require an exceptionally prolonged period for final adjudication. This study examines the factors contributing to the protracted duration of divorce rulings and formulates an effective conceptual framework for resolving sustained marital conflicts within the judicial process. The analysis focuses on the practice of religious courts and the lived experiences of disputing parties whose cases extend over several years. This research is grounded in fieldwork conducted in Palembang, involving clients of the Herlina Herman Beroni Family and Sharia Consulting Institute as key informants. Data were collected through in-depth interviews and case document analysis, and were examined qualitatively using a normative juridical approach. Data collection and analysis were conducted concurrently until saturation was achieved. The findings indicate that the prolonged settlement of divorce cases is not merely the result of procedural complexity within the judicial system, but is deeply influenced by persistent interpersonal conflict, breakdowns in communication between spouses, adversarial litigation strategies, and the absence of effective conflict de-escalation mechanisms at earlier stages of the process. These conditions generate stagnation within religious court practice and contribute to extended adjudication timelines, particularly when cases escalate to higher judicial levels. The study argues that effective divorce resolution requires a paradigm shift from a predominantly formalistic litigation model toward a more integrative framework that prioritizes substantive conflict resolution, structured mediation, and communicative restoration between parties. The implications of this research underscore the necessity for institutional reform within religious courts, including the strengthening of mediation mechanisms, the integration of socio-psychological counseling into judicial procedures, and the development of regulatory policies that prevent procedural delays. By bridging normative legal analysis with empirical realities, this study contributes to broader discussions on judicial efficiency, access to justice, and the contextual adaptation of Islamic family law within contemporary Indonesian legal practice.

[Fenomena konflik rumah tangga yang berujung pada litigasi perceraian di Indonesia mencerminkan dinamika normatif dan prosedural yang kompleks, khususnya ketika perkara tersebut berlanjut hingga tingkat Mahkamah Agung dan memerlukan waktu yang sangat panjang untuk memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan lamanya penyelesaian perkara perceraian serta merumuskan kerangka konseptual yang efektif untuk menangani konflik perkawinan yang berkepanjangan dalam proses peradilan. Kajian ini memusatkan perhatian pada praktik peradilan agama serta pengalaman empiris para pihak yang terlibat dalam sengketa rumah tangga yang berlangsung selama bertahun-tahun. Penelitian ini didasarkan pada studi lapangan yang dilakukan di Kota Palembang dengan melibatkan klien Lembaga Konsultasi Keluarga dan Syariah Herlina Herman Beroni sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen perkara, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan yuridis normatif. Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan secara simultan hingga mencapai kejenuhan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya penyelesaian perkara perceraian tidak semata-mata disebabkan oleh kompleksitas prosedural dalam sistem peradilan, tetapi juga dipengaruhi oleh konflik interpersonal yang terus berlanjut, terputusnya komunikasi antara suami dan istri, strategi litigasi yang bersifat konfrontatif, serta belum optimalnya mekanisme de-eskalasi konflik pada tahap awal penyelesaian perkara. Kondisi tersebut menimbulkan stagnasi dalam praktik peradilan agama dan berkontribusi pada panjangnya proses adjudikasi, terutama ketika perkara meningkat ke tingkat peradilan yang lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan bahwa penyelesaian perceraian yang efektif memerlukan pergeseran paradigma dari model litigasi yang formalistik menuju kerangka yang lebih integratif dengan menekankan resolusi konflik substantif, mediasi yang terstruktur, serta pemulihan komunikasi antara para pihak. Implikasi penelitian ini menunjukkan urgensi reformasi kelembagaan dalam peradilan agama, termasuk penguatan mekanisme mediasi, integrasi layanan konseling sosial-psikologis dalam prosedur peradilan, serta pengembangan kebijakan regulatif yang mampu mencegah terjadinya penundaan proses hukum. Dengan menghubungkan analisis normatif dengan realitas empiris, penelitian ini berkontribusi pada perdebatan yang lebih luas mengenai efisiensi peradilan, akses terhadap keadilan, serta adaptasi kontekstual hukum keluarga Islam dalam praktik hukum Indonesia kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, A.S. (2021). “Progresivitas Hakim Dalam Menentukan Beban Akibat Perceraian Bagi Suami Kepada Istri Pasca Perceraian.” Al-Ahkam Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum 6 (1). file:///C:/Users/Asus-Sukarami/Downloads/Artikel+1.pdf.

Abdillah, N. (2023). Analisis Pendapat Madzhab Syafi’i Terhadap Perkara Cerai Talak Pada Putusan Nomor 271/Pdt.G/2022/PA.Prob. Sakina: Journal of Family Studies, 7(1). https://doi.org/10.18860/jfs.v7i1.3183

Akram, M., Idris, M., & Pratama, F. A. (2023). Dampak Perceraian di Luar Pengadilan terhadap Anak Perspektif Hifz Al-Nasl (Suatu Penelitian di Kota Kendari). KALOSARA: Family Law Review, 2(2). https://doi.org/10.31332/kalosara.v2i2.5240

Amanaty, F., & Syarafuddin, M. (2024). Pernikahan di Usia Muda Perspektif Syafiq Riza Basalamah. Journal of Indonesian Comparative of Syari’ah Law, 6(2). https://doi.org/10.21111/jicl.v6i2.10820

Awad, F. B. (2023). Rekonsiliasi Pernikahan melalui Konseling dengan Pendekatan Islam

Menggunakan Strategi Komunikasi Interpersonal: Sebuah Studi Kasus. Kalosara: Family Law Review, 3(1). https://doi.org/10.31332/kalosara.v3i1.5957

Ayu, D. (2023). Implementasi Kebijakan Pencegahan Perkawinan pada Usia anak oleh dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk and keluarga berencana kab sleman. Sosfilkom?: Jurnal Sosial, Filsafat Dan Komunikasi, 17(1). https://doi.org/10.32534/jsfk.v17i1.3860

Edison, Edison, and Yanto Paulus Hermanto. 2023. “Peran Komunikasi Yang Efektif Dalam Membangun Hubungan Suami-Istri Guna Meningkatkan Pertumbuhan Spiritual.” Integritas: Jurnal Teologi 5 (1). https://doi.org/10.47628/ijt.v5i1.138.

Gunawan, E., & Maramis, R. (2023). Resiliensi Remaja Korban Perceraian Orang Tua. JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health, 4(1). https://doi.org/10.30984/jiva.v4i1.2529

Harahap, A. C. P., Yasri, A., Mahyani, A., Syahputri, E., Aufa, N. B., Siregar, N. S. B., Medy, P. A., & Hidayati, S. (2024). Studi Literatur Dampak Perceraian Orang Tua terhadap

Hubungan Sosial dan Sikap Egois Anak di SMK Swasta Mandiri. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat , 4(2). https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i2.845

Hasan, M., Imamah, N., & Baidowi, A. (2022). Upaya Preventif Kantor Urusan Agama (KUA) Dalam Mencegah Perceraian Masyarakat Waru Pamekasan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Penelitian Thawalib, 1(2). https://doi.org/10.54150/thame.v1i2.73

Herlina, H. (2023). Concept of Divorce Preventive Actions During Pandemic. Jurnal Mediasas?: Media Ilmu Syari’ah Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah,6(1). https://doi.org/10.58824/mediasas.v6i1.581

Hilmi, I. L. (2023). Muasyarah bil Ma’ruf sebagai Asas Perkawinan (Kajian Qs. al-Nisa: 19 dan Qs. Al-Baqarah?: 228). Misykat Al-Anwar Jurnal Kajian Islam Dan Masyarakat, 6(2). https://doi.org/10.24853/ma.6.2.155-174

Jaya, D. (2024). Problematika Pernikahan dan Keluarga. Jurnal At-Tadbir?: Media Hukum Dan Pendidikan, 34(1). https://doi.org/10.52030/attadbir.v34i1.257

Kamal, Edi, Fazzan Fazzan, and Azhari Azhari. 2025. “Peran Itikad Baik Mediasi Dalam

Proses Penyelesaian Konflik Keluarga.” Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata

Negara 3 (1). https://doi.org/10.55606/birokrasi.v3i1.1828.

Kartini, F., Suesti, S., Febrianti, D., Ayu, B. R., Erviana, L., Gian, S., Fauzianty, A., Rahmatiar, Muliani, R., & Wardah, R. (2024). Edukasi pranikah: topik menstruasi. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 4(2). https://doi.org/10.37373/bemas.v4i2.760

Kurniawan, K., Nur’aeni, Y., Nugraha, P., Maysarah, V., Revindha, L., & Zahra, S. (2023). Dampak Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Psikososial Anak: A Scoping Review. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 11(2). https://doi.org/10.20527/jdk.v11i2.485

Lestanto, Lestanto, Ambarwati Ambarwati, and Made Wilantara. 2023. “Pola

Komunikasi Interpersonal Pasangan Suami Istri Dalam Mempertahankan Rumah Tangga.

” Journal of Comprehensive Science (JCS) 2 (7). https://doi.org/10.59188/jcs.v2i7.424.

Liem, A., Julianto, V., Kamsi, Haq, A., Shofa, R. L., & Kamilatissa’adah. (2024). Factors associated with child marriage during the Covid-19 pandemic in Indonesia. Contemporary Islam, 18(3). https://doi.org/10.1007/s11562-023-00545-6

Lilik Andar Yuni. 2021. “The Use of Ex Officio to Fulfill Women’s Post-Divorce Rights

at the Samarinda Religious Court.” Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan

(2): 135–54. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v21i2.135-154.

Masyhari, K., & Nurasikin, A. (2023). Implementasi Putusan Pengadilan Agama tentang Nafkah Anak dan Hadlanah. Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia, 10(1). https://doi.org/10.31942/iq.v10i1.8508

Mursyid, F., Aida, N., & Plamesti, M. R. (2024). Persepsi Perempuan Masyarakat Baduy Luar terhadap UU Perkawinan No. 16 tahun 2019 Perubahan Atas UU No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Iblam Law Review, 4(1). https://doi.org/10.52249/ilr.v4i1.298

Nisa, N. I., & Fahmi, M. N. (2023). The Influence of Career Women’s Rejection of Polygamy on Children’s Personality (Case Studi in Batu Aji District, Batam City). Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 10(1) https://doi.org/10.24252/alqadau.v10i1.37931

Rahayu, F. (2023). Dampak Perceraian Orang Tua pada Anak Usia Sekolah Dasar (Study Kasus di SDN 2 Sokong Kecamatan Tanjung). Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 5(1). https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v5i1.3573

Rahmawati, Budiman, Putri Ananda Saka, and Sunuwati. 2025. “Dis-Implementation of the

Islamic Family Law in Fulfilling the Rights of Ex-Wives After Divorce in Indonesia.

”Samarah: Hukum Keluarga Dan Hukum Islam 9 (1):

–3167. https://doi.org/10.22373/sjhk.v9i1.27172.

Rahmayanty, D., Simar, S., Thohiroh, N. S., & Permadi, K. (2023). Pentingnya Komunikasi Untuk Mengatasi Problematika Yang Ada Dalam Keluarga. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 5(6). https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i6.20180

Rani, S. A. S., Wijayanti, C. N., & Setiawan, A. A. (2024). Representasi Pernikahan Dini pada Film “Yuni” (Analisis Semiotika Roland Barthes). MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2). https://doi.org/10.35842/massive.v3i2.93

Ratnasari, S. D. (2024). Komunikasi Mediator Wanita dalam Menyelesaikan Konflik Perkawinan Akibat Intervensi Pihak Ketiga. Konvergensi?: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 4(2). https://doi.org/10.51353/kvg.v4i2.875

Ribi, Hikmawati. 2025. “Efektifitas Mediasi Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama.

”Indonesian Journal of Intellectual Publication 5 (3). https://doi.org/10.51577/ijipublication.v5i3.730.

Ririn, N. A., Arsyad, M., & Supiyah, R. (2024). Dampak Psikososial pada Istri Akibat Pernikahan Dini (Studi Di Desa Awiu Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur). Welvaart?: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 4(2). https://doi.org/10.52423/welvaart.v4i2.43372

Ruum, U. D. R., & Chasanah, R. N. (2023). Analisis Tingkat Perceraian di Kota Surabaya Tahun 2018-2022. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(2). https://doi.org/10.32583/pskm.v13i2.885

Sanusi, S. (2023). … Putusan Hakim terhadap Hak Perempuan Pasca Cerai Gugat dan Kontribusinya dalam Pembaharuab Hukum Keluarga di Indonesia. Smart: Journal of Sharia, Traditon, and ….

Saputra, M. (2022). Dampak Pamdemi Covid -19 terhadap Intensitas Perceraian, Masalah dan Penyelesaiannya. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS), 4(1). https://doi.org/10.33474/jas.v4i1.13833

Sari, R. M., & Maharani, S. (2023). Mediasi oleh Mediator Non Hakim sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Cerai Talak. Jurnal Hukum Media Justitia Nusantara, 12(2). https://doi.org/10.30999/mjn.v12i2.2574

Setiawan, F., Nikmah, W., Waluyo, W., & R. Manik, R. (2024). Memahami Dampak Sosial Ekonomi Perceraian Orang Tua Terhadap Anak Remaja. Journal of Society Bridge, 2(1). https://doi.org/10.59012/jsb.v2i1.29

Sheilla, M., & Najmi, N. (2023). Perkembangan Cerai Gugat Di Kota Padang (Studi Kasus

Pengadilan Agama Padang 2015-2022). Jurnal Kronologi, 5(2). https://doi.org/10.24036/jk.v5i2.681

Sidang, Irmayanti, Nurfaidah Said, and Ratna Wati. 2023. “Perlindungan Hukum Terhadap

Istri Dalam Pemenuhan Nafkah Pasca Perceraian Menurut Perspektif Hukum Islam.

” Al-Adalah: Jurnal Hukum Dan Politik Islam 8 (2). https://doi.org/10.30863/ajmpi.v8i2.4220.

Silawati, Silawati, Aslati Aslati, Mochammad Novendri S, and Fauzan Azima Syafiuddin. 2025. “Bimbingan Penyelesaian Konflik Keluarga Melalui Pendekatan Mediasi.” MENARA RIAU 19 (1). https://doi.org/10.24014/menara.v19i1.35283.

Siti Musawwamah. 2020. “The Implementationof PERMANumber3 of 2017 Concerning the Guidelines for Dealing WithWomen’s Cases on Laws as an Effort of Women Empowerment in The Judiciaryin Madura.” Al-Ihkam: JurnalHukum Dan PranataSosial 15 (1): 67–92. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.19105/al-lhkam.v15i1.2883.

Sudjana, G. S., & Bintari, D. R. (2024). Distress, Mindfulness, dan Kesepian: Intervensi

Kelompok pada Adult Child of Divorce. Psyche 165 Journal. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v17i1.334

Sulistiyawati, Sulistiyawati, and Erie Hariyanto. 2021. “Peran Itikad Baik Mediasi Dalam Proses Penyelesaian Konflik Keluarga.” Mahkamah?: Jurnal Kajian Hukum Islam 6 (1). https://doi.org/10.24235/mahkamah.v6i1.7577.

Susilowati, Anggi Yus, and Andi Susanto. 2021. “Srategi Penyelesaian Konflik Dalam Keluarga Di Masa Pandemi Covid-19.” Hasanuddin Journal of Sociology. https://doi.org/10.31947/hjs.v2i2.12859.

Suwarti, & Arifa, F. E. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebahagiaan pada Istri Pertama dalam Perkawinan Poligami. Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi, 3(1). https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v3i1.1591

Wahyuni, Yenny Sri, and Ramadhana. 2021. “Pencabutan Petitum Pada Perkara Cerai Talak (Analisis Putusan Hakim Nomor 217/Pdt.G/2020/Ms-Bna).” El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Vol.4 No.2(2).file:///C:/Users/AsusSukarami/Downloads/rahmatsaridin,+2_El_Usrah_Vol+4+No.2+_Jul++Des_2021_Yenny+Sri+Wahyuni+&+Ramadhana_Pencabutan+Petitum+Pada+Perkara+Cerai+Talak_hlm.+295-32.pdf.

Wulandari, S. R., Nurani, S. M., & Putra, R. (2022). Paradigma Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah Dan Relasinya Dengan Tingkat Perceraian Serta Pertumbuhan Penduduk Di Indonesia. Jurnal Hukum Pelita, 3(1). https://doi.org/10.37366/jh.v3i1.1016

Yasniwati, Y. (2023). Konsep Penanggulangan Tingginya Cerai Gugat dan Upaya Penanggulangan di Indonesia. UNES Journal of Swara Justisia, 7(1). https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i1.332

Yulyana, N., Widiyanti, D., & Tariyani, E. (2023). Pengaruh Media Video terhadap Peningkatan Pengetahuan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Journal of Nursing and Public Health, 11(1). https://doi.org/10.37676/jnph.v11i1.4090

Zuraidah, Muhammad Mujib, M., & Isnainia, N. L. (2024). Upaya Pengahan Pernikahan Dini Untuk Kesehatan Sistem Reproduksi di Desa Keling Kec Kepung Kab Kediri. Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2). https://doi.org/10.34148/komatika.v3i2.687

Zwagery, R. V., Erlyani, N., Salsabila, G.,Norlaila, N., Fazrianti, N., & Hanifa, I. M. (2022). Program Penguatan Keluarga (Family Strengthening) Sebagai Upaya Preventif Kasus Perceraian Pada Masyarakat Pinggiran Sungai Martapura. Humanism?: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3). https://doi.org/10.30651/hm.v3i3.15303

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Herlina, H. (2026). The Concept of Effective Resolution of Divorce Cases in Reducing Divorce Rates at the Religious Court and Supreme Court Levels. Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 9(1), 54–66. https://doi.org/10.58824/mediasas.v9i1.421